Bagi Liya hari senin adalah hari paling pilu dalam hidupnya karena tidak bisa jumpa kakanda kangmas Imron. Luka hatinya menyayat terhempas terpuruk rapuh bagai buih ditepi pantai terhempas ombak tersapu badai tidak bergairah, Liya jatuh bangun, jatuh lagi, bangun lagi kepeleset jatuh lagi dan seterusnya. Ia harus berjuang membiasakan diri setiap Senin jarang bersama kakandanya.
#nd
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Posting Komentar